Disadari atau tidak, ternyata para pujangga Jawa atau para leluhur orang Jawa dulu banyak mewariskan nilai-nilai falsafah mengenai kepribadian dan kepemimpinan kepada anak cucunya. Nilai-nilai falsafah kepribadian dan kepemimpinan tersebut merupakan ajaran Kejawen (budaya Jawa) yang disebar-luaskan melalui sesanti (nasihat bijak), paribasan (peribahasa), saloka (perumpamaan), atau butiran-butiran mutiara kearifan lokal Jawa, bahkan melalui seni pedhalangan (pewayangan), tembang Macapat (lagu atau tembang Jawa) dan sebagainya. Meski terkesan primordial atau bersifat kesukuan, tetapi nilai-nilai kearifan lokal Kejawen (budaya Jawa) tersebut bersifat universal.

Dharmaning Satriya oleh Wawan Susetya terbit 28 Oktober 2019.

#sangkanparaningdumadi #dharmaningsatriya #falsafah #filsafatjawa #kepribadian #kepemimpinan #pujanggajawa #jawa #kejawen #budaya #sesanti #nasihat #praibasan #peribahasa #saloka #perumpamaan #mutiara #kearifanlokal #pedhalangan #pewayangan #tembangmacapa #sejarah #sosial #humaniora #budaya #9786020480114
Dalam sastra bahasa Jawa dikenal bentuk cangkriman yaitu kata-kata atau kalimat peribahasa yang harus dicari tahu maksudnya (ditebak) sebab kalimat tersebut memiliki arti tidak sebenarnya dan secara tersirat. Sederhananya, cangkriman itu seperti halnya kalimat yang berupa teka-teki di mana kita perlu menebak apa maksudnya.

--Sebagai peringatan kepada umat manusia untuk berhati-hati terhadap 3 macam nafsu negatif paling berbahaya yang dapat menghancurkan hubungan tali persaudaraan baik dalam hubungan internal keluarga, pertemanan atau pergaulan, berbangsa dan bernegara.

Cangkriman Punakawan oleh Jaya Suprana terbit 18 Februari 2019.

#cangkriman #punakawan #petruk #gareng #semar #bagong #sastrajawa #peribahasa #tekateki #nafsu #perangsaudara #jayasuprana #komik #9786020489841


Gedung Kompas-Gramedia Lantai 2
Jl Palmerah Barat 29 - 32
Jakarta Pusat - 10270
Telepon: +62-21-53650110, +62-21-53650111