###############

Langkah Prabowo



By: Subhan Alba



Belum genap satu bulan. Antara Juli dan Agustus. Ada tiga langkah Viral Prabowo Pasca Pilpres . Pertama, Pertemuan Prabowo dengan Jokowi di MRT. Kedua, Pertemuan Prabowo dengan Megawati di Jalan Teuku Umar dan Ketiga Prabowo menghadiri Kongres V PDIP di Bali. Berhasil mengobrak abrik tajamnya polarisasi Pilpres 2019. Selama setahun tahapan Pilpres masyarakat terbelah menjadi dua dan saling menyerang. Kini banyak yang keheranan karena begitu dekat dengan musuh musuhnya di Pilpres. Benar benar menjadi pelajaran politik yang menarik.Kenapa Prabowo melakukan itu?



Tiga langkah itu. cukup membuat mantan lawan Jokowi tersebut dapat nilai positif pasca pilpres . Walaupun masyarakat tetap tidak akan lupa saat berada pada tahapan tahapan kontestasi pilpres. Bisa dibilang sangat seru. Tapi itulah kontestasi. Langkah langkah itu cukup menjadi teka teki Apakah akan lebih baik bila Prabowo ada di pemerintahan ? Ataukah lebih baik di luar pemerintahan?.Bila Prabowo dan Gerindra ada di dalam pemerintahan ? Maka siapa yang akan menjadi oposisi konstruktif?. Siapa yang akan meluruskan bila pemerintah berjalan tidak sesuai kehendak rakyat?. bila itu terjadi maka negara dalam keadaan kurang sehat. Ya pertanyaan pertanyaan seperti itu terus menghiasi banyak perbincangan dimasyarakat.



Sebenarnya satu satunya kelompak kuat sebagai oposisi adalah Prabowo dan Gerindra. Prabowo, pemenang kedua calon presiden yang melawan Jokowi, yang kebetulan calonnya cuman dua. Gerindra Partai pemenang Pemilu kedua Setelah PDIP. Porsi yang sangat pas untuk kebaikan negara. Koalisi pendukung Jokowi memerintah dan koalisi pendukung Prabowo menjadi kekuatan Penyeimbang. Tinggal kompromi pembagian tugas dengan fokus untuk kepentingan bangsa dan negara.



Ada sisi terpuji mengenai langkah Prabowo tersebut. Pertama ,Terjadinya rekonsiliasi. Pertemuan Jokowi - Prabowo di MRT merupakan moment kerinduan rekonsiliasi nasional, yang sempat begitu tajam kontestasi itu berhadap hadapan. Bertemunya puncak tokoh yang bertarung. Sehingga dengan pertemuan itu . Akan ditiru oleh para pendukungnya masing masing di seluruh pelosok negeri. Apalagi ditambah ketemu Megawati dan hadir di kongres PDIP.



Kedua, Prabowo melakukan langkah rekonsiliasi itu ada punya makna, meninggalkan penumpang gelap. Para pendonpleng sekarang gigit jari. Tidak lagi punya sosok yang dijadikan rujukan dalam berpolitik. Karena tujuannya juga memang beda. Yang disinyalir tidak sejalan dengan Ideologi negara. Kita bersyukur, kini pasca pilpres sudah mencair dan masyarakat kembali guyub.



Tapi, terlalu akrabnya Mega dan Prabowo , membuat cemburu partai Koalisi Pendukung Jokowi. Maklum, karena Golkar,Nasdem, PKB dan PPP yang bertempur keras memenangkan Jokowi.

Ya sudahlah, biarkan para tokoh politik dengan langkah langkahnya, yang penting negara kondusif. \"Damai itu indah\". Masyarakat bosen dengan kegaduhan Politik.



Jakarta 13.08.19.


Gedung Kompas-Gramedia Lantai 2
Jl Palmerah Barat 29 - 32
Jakarta Pusat - 10270
Telepon: +62-21-53650110, +62-21-53650111