Pencalonan Pilkada

___________________

By: Subhan Alba



Calon kandidat Pilkada, bisa dari Partai Politik dan bisa dari perseorangan. Masing masing punya syarat yang berbeda. Untuk kandidat yang dari Partai politik syaratnya 20% Kursi DPRD setempat ,atau 20% Suara Sah hasil pemilu 2019. Bila partai pengusungnya kurang dari 20% , maka harus koalisi dengan partai lain, sehingga bisa memenuhi persyaratan.



Nyalon di Pilkada berbeda dengan nyalon Di DPR RI. Kalau nyalon di DPR RI hanya dari satu partai. Tapi, Nyalon di Pilkada biasanya lebih banyak partai. lebih punya peluang untuk memenangkan pertarungan. Bahkan banyak kandidat Pilkada ,yang mengambil hampir semua partai untuk mengusung dirinya. Disisakan sedikit partai yang tidak strategis agar melemahkan lawannya. Ada juga yang sengaja mengambil semua partai untuk mendukung dirinya dan dibiarkan lawannya dengan kotak kosong.



Bakal Calon di Pilkada, tidak bisa maju sendiri daftar ke KPU ( Komisi Pemilihan Umum) Daerah. Yang mendaftar ke KPU harus Partai Politik. Makanya, calon kandidat harus mendaftar dulu ke partai politik. Biasanya partai politik mengadakan pendaftaran di internal partainya. Lalu setelah membuka pendaftaran.



Para bakal calon yang terdaftar akan diseleksi. Hasil seleksi kandidat di internal Parpol, diajukan ke Ketua Umum DPP partai, untuk dibuatkan SK ( Surat keputusan) resmi calon kandidat dari Partai yang ditanda tangani oleh ketua umum dan sekretaris umum, dan tidak boleh diwakilkan.



Seorang Calon kandidat. Sebelum pencalonan perlu fokus dulu pada internal partai pengusung sampai SK dari partai mencantumkan nama sang kandidat tersebut. Setelah itu baru masuk ke rencana, pembentukan Team. Kampanye serangan darat. Serangan Udara. Serangan dunia Maya untuk strategi memenangkan suara.



Jakarta, 12.08.19


Gedung Kompas-Gramedia Lantai 2
Jl Palmerah Barat 29 - 32
Jakarta Pusat - 10270
Telepon: +62-21-53650110, +62-21-53650111