PAPUA ATAU PINDAH IBUKOTA





Oleh: Subhan A Bisyri Marzuki

Jakarta,29/08/19









Andai punya kewenangan masalah Papua atau Pindah Ibukota anda akan memilih mana?. \"Mengatasi Papua\" dulu atau \"Pindah Ibukota\" dulu.



Kalau saya punya kewenangan. pilih Mengatasi Papua dulu.



Papua itu masalah \"disintegrasi bangsa\", yang rentan akan masuknya pihak ketiga, atau jangan jangan pihak ketiga itu sudah ada didalamnya.

Bahkan mungkin saja sudah lama pihak ketiga itu sudah ada, dalam posisi selalu siaga, tinggal menunggu momentum untuk merebut kekuasaan wilayah Papua.



Siapa pihak ketiga itu ? Apakah Amerika ? Karena Freeport tambang emas dan tembaga. Belanda? Karena dulu bekas jajahan Belanda. Australia? Karena letaknya berdekatan. Atau siapa? Darimana? Kenapa dia mau menguasai Papua?



Jangan berspekulasi apalagi mengarahkan tuduhan, gak elok.itu hanya untuk kewaspadaan kita saja



Pasti banyak negara yang Ingin menguasai Papua. Anda tahu preeport punya ribuan ton cadangan emas di Papua sampai 2060? Masih ingat sejarah Konfrensi Meja Bundar 24 Desember 1949 hingga ahirnya Papua barat meraih kemerdekaan dari Belanda dan bergabung ke NKRI?



Saya membatasi hanya bicara waspadalah dengan Papua. Disintegrasi mengancam. Apalagi bendera OPM sudah berani berkibar di Jakarta. Didepan istanah loh... (CNN Indonesia 28/08/19)



Yang pasti Papua itu perlu di perhatikan



Anda tau kandungan Alam Papua? Produksi tambang sekitar 210 ribu ton ore perhari.( liputan6 Agustus tahun kemaren) Itu pasti jadi rebutan berbagai negara, jangan abaikan Papua. Apalagi ada isu rasis segala, langsung tangkap saja , si rasis itu. Gak pantas rasis hidup di Indonesia.

Bagaiman bisa Indonesia itu multi ras. Tidak mungkin ada manusia anti ras hidup di Indonesia.



Sekarang kita bicara Pindah Ibukota.



Mengatasi Papua dan Pindah Ibu kota. sama sama penting tapi ada yang genting dan ada yang tidak terlalu genting. Menurut saya memilih mengatasi Papua dahulu.



Pindah Ibukota saya setuju. Sangat setuju. Saya ini tinggal di Jakarta .

Saya tau masalah Jakarta: lalulintas Macet, Banjir , Polusi udara , tata kota, Pedagang Kakilima, kesenjangan kaum miskin ibukota , urbanisasi besar besaran terutama pasca Idul fitri. Selalu saja menghantui Ibukota.



Sesaknya Ibukota Jakarta dan ledakan urbanisasi . Sepertinya menjadi \"lagu wajib nyanyian pindah ibukota\" setiap pasca idul Fitri.



Saya bosen nyanian pindah Ibukota. Bagi saya simpel. Pindah ibukota itu lebih baik.



Indonesia ini negara besar. Bukan hanya Jakarta dan Jawa . Tapi ada Sumatra , Kalimantan , Sulawesi , Papua dan masih ada ribuan pulau yang harus mendapatkan perhatian yang sama dengan Jakarta dan Jawa.



Jadi sekali lagi saya setuju pindah ibukota sesuai dengan kajian pemerintah, di Kalimantan Timur tepatnya, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Tapi soal waktunya 2024 sudah bisa pindah, dikira saya sekitar 10 tahunan.

Karena regulasinya juga belum. Belum tender tender dan lainnya. Cukup mengagetkan negara demokrasi seperti Indonesia yang terbiasa perlu \"ceck and balance\" bisa menempuh prosedur begitu kilat.



Seperti legenda, Om Jin dan Aladin .

Dengan Sim salabim , \"Pindahkan Istana\". Maka Pindahlah .



Intinya saya setuju pindah Ibukota tapi prosedurnya juga di tempuh.



Jadi , antara Papua dan Pindah Ibukota mana yang harus didahulukan.



Minimal rencana \"mengatasi Papua\" dengan rencan \"pemindahan Ibukota\" sama sama terang gamblang agar tidak timbul fitnah yang bisa menjadi bumerang.



Kalau saya pilih mengatasi Papua dulu.

Toh Sama sama dari \"duit hutang\".



Anda mau pilih mana?











Fotho, Massa aksi unjuk rasa mengibarkan bendera Bintang Kejora di depan Istana Negara Jakarta, Rabu (28/8) (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko) 


Gedung Kompas-Gramedia Lantai 2
Jl Palmerah Barat 29 - 32
Jakarta Pusat - 10270
Telepon: +62-21-53650110, +62-21-53650111