#REVISI DISERTASI#



Oleh : Subhan A Bisyri Marzuki

Jakarta,06/09/19



Ahirnya Disertasi itu direvisi. Tulisan akademik yang diuji dalam sidang terbuka. oleh Abdul Aziz yang berjudul \"Konsep Milkul Yamin Muhamad Syahrur sebagai keabsahan hubungan seksual non marital\" direvisi, menjadi \"Problematika konsep Milkul Yamin dalam Pemikiran Muhammad Syahrur\".



Jadi hanya \"problematika dalam pemikiran\" tidak melegalkan \"hubungan sex non marital\" atau bahasa zaman now nya \"free sex\".



Merevisi Disertasi tersebut, berdasarkan masukan kritik promotor dan dosen penguji . Di Kampus Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta 3 September 2019. Tunduk oleh kontroversi.



Selain merevisi judul. Juga menghilangkan bagian bagian substansi yang kontrofersial dalam Disertasi. Lalu Aziz juga memohon maaf atas kontrofersi dari Disertasinya.



Surat itu dibacakan Calon doktor tersebut dalam Konfrensi pers di hadapan Direktur ,Wakil direktur , Dosen Promotor dan Penguji serta dihadiri para wartawan.



Batal sudah disertasi itu mengesahkan huhungan sex non marital.



Awalnya terus terang saya aneh kenapa perguruan tinggi Islam tapi menghancurkan nilai nilai Islam. Tapi,setelah saya lihat video klarifikasi UIN Sunan Kalijaga , yang dipimpin Rektornya maupun video Konfrensi perss yang di pimpin direktur Pasca sarjananya. Ternyata cerita ini diakhiri dengan Perguruan tinggi Islam yang tetap memegang teguh syariat Islam.



Sebenarnya saya tetap Optimis masa iya, dalam satu kampus besar seperti UIN gak ada yang sadar bahwa itu keliru. Walaupaun kalau sedang menyelami lautan akademik itu kadang kebebasan akademik terasa bebas banget. apapun di kritik. Digugat. Dilawan Kalau tidak logis. Dengan dalih mencari solusi, mengobati kegelisahan kehidupan manusia.



Memang \"mencari kebenaran dan mencari pembenaran\" itu setipis kulit ari.



Saya terus terang gelisah kenapa ada disertasi seperti ini ? Secara akademik mungkin tidak melanggar. Mungkin , karena hasil penulisan sendiri , tidak jiplak . Tapi, secara syariat agama yang di anut kampus itu pasti ini keliru. Endingnya ternyata kontroversi ini selesai dengan tidak lagi mengesakan hubungan sex tanpa nikah. Kenapa? Karena Disertasi itu sekarang direvisi tidak menggunakan lagi kata \"keabsahan hubungan seksual non marital\". Karena dengan judul itu artinya mengesahkan \"free sex\". Tapi lupakan saja . itu sudah direvisi.



Bila Disertasi itu tidak direvisi berarti transkrip nilai dan ijazah Doktor Abdul Aziz tidak akan dikeluarkan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. ternyata secara akademik begitu tanggung jawabnya kampus Islam Negri tersebut.



\"Selesai sudah kontrofersi disertasi itu\".



Ada ada saja. jagat akademik , yang hampir saja menghancurkan sendi sendi sakralitas lembaga pernikahan.

Kenapa? Masalahnya dengan membolehkan hubungan intim tanpa nikah artinya melegalkan perilaku seks bebas. Sangat kontraproduktif dengan kampus Islam. Seharusnya menjaga syariat Islam malah hampir saja menghancurkan syariat Islam.



Walaupun sebenarnya Penulis disertasi itu hanya membahas pemikirannya Mohamad syahrur , tapi di masyarakat tidak tertutup kemungkinan akan dipersepsikan legalitas seks bebas.



Free sex itu di larang saja banyak yang jebol , apalagi di perbolehkan.



Pemikiran Syahrur mengenai \"Milkul Yamin\" itu harus ditinjau juga , dari perspektif siapa Muhamad Syahrur?. Kondisi sosial saat itu ?. Pengaruh Politik? . Situasi Ekonomi? Saat Doktor asal Suriah itu mempunyai pemikiran seperti itu. Dan mengapa pemikirannya diadopsi ke Indonesia? Apakah sesuai dengan hukum Indonesia atau justru membahayakan bagi sendi sendi sakralitas Lembaga pernikahan , norma norma hukum dan nilai nilai ke Islaman.



Milkul Yamin itu artinya Budak , alias hamba sahaya, alias manusia yang bisa dijual atau di beli. Dulu sejarahnya manusia itu bisa diperjual belikan .

\"Milkul Yamin\" itu Perempuan yang dimiliki. dulu manusia itu seperti barang , bisa diperjual belikan. Seumpamanya beli dari pasar . Nah si perempuan itu bisa dipekerjakan di rumah dan bisa juga melakukan seks dengan perempuan tersebut . Kalau dengan istri nama akadnya \"akad nikah\", tapi kalau dengan Milkul Yamin nama akadnya \"akad jual beli\". tapi seinget saya Milkul yamin juga harus dinikahi dulu. karena sahnya hubungan seksual menurut islam itu harus dinikahi dulu. artinya ;harus ada wali, saksi , akad dan mahar , baru Milkul Yamin itu halal.



Jangan keliru ya.... Islam telah berhasil menghapuskan perbudakan , sehingga yang namanya \"Milkul Yamin\" itu sudah dihapuskan dari muka bumi. Karena tidak sesuai dengan hak asasi manusia.



Itu yang menjadi kontroversi disertasi tersebut.



Hubungan seks di atur dalam Islam dengan pernikahan. Bila bisa berhubungan seks tanpa nikah itu artinya nabrak aturan ,norma , nilai baik adat ,agama maupun negara . Seks berganti ganti pasangan. Kapanpun dimanapun. Dan akan banyak timbul banyak masalah baru .lantas akan banyak terjadi anak yang dilahirkan itu susah menentukan ayahnya siapa.



Dan setelah saya baca Disertasi itu hanya bicara perihal seks saja tidak membahas perspektif lain , misal dampak sosial dan harmonisasi keluarga. Bagaimana reaksi istri pertama dan anak-anak dirumah , bagaimana dengan dampak kesehatan reproduksi, kelangsungan hidup anak anak anak, dan hak perempuan perempuan yang digauli tanpa pernikahan. bagaimana hak warisnya.



Apakah anak yang tidak di kehendaki dari hubungan non marital bukan aib?. Angka aborsi bisa meningkat atau pembunuhan anak akan marak terjadi . Norma luhur manusia terancam, dan masih banyak lagi kutukan dari konsep pemikiran seks non marital ini.



pertanyaannya . Kenapa pemikiran sesat menjadi rujukan disertasi? Atau memang sengaja mencari dalil agar seks bebas dilegalisasi.



Ini sebenarnya bikin disertasi atau cari sensasi. Masa lulus nilai terbaik tapi direvisi.


Gedung Kompas-Gramedia Lantai 2
Jl Palmerah Barat 29 - 32
Jakarta Pusat - 10270
Telepon: +62-21-53650110, +62-21-53650111