Relevansi Reuni 212





By: Subhan Alba Bisyri.







Kasus hukum Ahok yang dirasa lambat di proses. Menjadikan sekelompok masyarakat menggugat lalu berkumpul di monas pada 2 Desember 2016. Berkumpul melakukan gerakan bela Islam . karena tidak terima ayat Al-Qur\'an di lecehkan. Pelakunya Ahok saat itu. Nama aslinya Basuki Cahaya Purnama . Sebenarnya dia pekerja keras. Tapi dia sok bisa mentafsirkan Al-Quran atau lebih tepatnya bicaranya kerap kali kurang terkontrol. Fatal akibatnya divonis 2 tahun tahanan. Tapi semua itu sudah berlalu.



Saat itu Ahok masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Menggantikan Jokowi yang menjadi Presiden dan Ahok mau mencalonkan lagi menjadi Gubernur DKI 2017 - 2022 . Melawan Anis Rasyid Baswedan. gerakan 212 menjadi simbol gerakan bela Islam , padahal didalamnya secara politis ada bela \"Anis\" juga. Ahirnya Anis terpilih menjadi Gubernur DKI dan Ahok dipenjara 2 tahun. Karena kasus penistaan agama. Ahok Non Muslim, tapi mencoba mentafsirkan Al-Qur\'an. Jadilah Ahok divonis bersalah.



Akumulasi antara kepentingan politik kontestasi Pilkada DKI dan kepentingan bela Islam. Dua kepentingan itu membuat jutaan orang berkumpul di monas. Tepatnya pada 2 Desember 2016 menjelang pencoblosan pilkada DKI. Sampai saat ini hingga entah sampai kapan gerakan itu masih ada walaupun kegiatannya hanya Reunian setiap tahun yang dikenal dengan nama \"Reuni 212\".



Pilkada sudah berlalu selama 2 tahun . Tapi peristiwa 2 Desember yang dikenal dengan \"gerakan 212\" masih tetap ada. Bahkan tiap tahun ada Reuni 212 di monas. Anis Baswedan sudah 2 tahun Menjabat Gubernur DKI . Ahok sekarang sudah menjadi komisaris utama Pertamina, setelah menjalani hukuman 2 tahun penjara.



Pertanyaannya sampai kapan 212 selesai? Ataukah 212 menjadi gerakan yang terus dipelihara. Untuk mengingatkan agar Al-Qur\'an tidak boleh dilecehkan lagi?. Atau apakah ada agenda politik lain?. Atau karena Imam Besar Habib Rizik Syihab (HRS ) masih terjebak di Arab Saudi dan susah pulang ke Indonesia?. Atau karena apa sehingga tiap tahun ada Reuni 212?. Kalau Reuni 212 , Hanya Reuni kangen kangenan dan silaturrahmi saja tentu tidak masalah. Tapi kalau Reuni hanya nama saja sedangkan konten didalamnya ada agenda politik itu yang menjadikan kontroversi di herbagai fihak.



Penting rasanya antara Anis dan Ahok bertemu. Berpelukan dan ngopi bareng. Seperti Jokowi dan Prabowo bertemu di MRT Lebak Bulus, lalu dilanjutkan makan siang bareng di Senayan. Selepas pertarungan sengit di Pilpres. Begitu pula Anis dan Ahok. Penting untuk bertemu . dalam upaya meredakan ketegangan kontestasi Pilkada 2017 yang masih terasa. Masih ada para pendukung keduanya yang masih belum move on. Masih hujat hujatan sampai sekarang. Makanya Anis - Ahok perlu bertemu. Bila Perlu kerjasama membangun Jakarta sesuai posisinya dan kapasitas Ahok- Anis saat ini.



Tokoh 212, HRS yang saat ini masih terjebak di Arab Saudi. Tidak bebas pulang ke Indonesia. Pasca Reuni 212 tahun 2018. Tepatnya sebelum Pilpres 2019. Asumsi berspekulasi bahwa HRS merupakan salah satu simbol perlawanan terhadap Jokowi. Karena Gerakan 212 ahirnya menjadi tunggangan politik pendukung lawannya Jokowi yaitu: Prabowo. Tapi Prabowo pun sekarang sudah menjadi Mentrinya Jokowi.



HRS merupakan tokoh yang masih belum tuntas penyelesaiannya pasca Pilpres 2019. Tapi banyak yang tidak mengerti juga Pilpres sudah selesai. Kenapa, HRS belum kembali ke Indonesia? Apakah karena ada masalah dengan negara Arab Saudi? Atau Pemerintah Indonesia? Atau memang secara pribadi HRS mau menetap di Arab Saudi?.



Besok tepat tanggal 2 Desember . Reuni 212 yang ke tiga akan di gelar. Dan belom ada tanda tanda HRS mau Hadir. Mungkin melalui Video sebagai wakil atas kehadirannya. Seperti biasanya . Setiap ada moment pertemuan . Untuk mengobati rasa rindu jamaah pengagum HRS.



Gerakan 212 ini campuran antara gerakan agama dan gerakan politik. Mau dibilang gerakan agama , terbukti mendukung Anis Saat Pilkada DKI dan Mendukung Prabowo saat Pilpres 2019. Mau dibilang gerakan politik tidak termasuk Partai politik. Jadi, Reuni 212 harusnya mampu merumuskan kejelasan gerakannya, apakah menjadi Oramas keagamaan saja ? Atau mau jadi partai politik?.



Kalau ormas keagamaan tentunya harus independen dari gerakan politik seperti Ormas NU atau Muhammadiah. Tunduk pada NKRI tanpa ada atribut atau

isu Khilafah. Kalau mau jadi Partai politik maka jelas seperti partai Gelora, yang baru didirikan Anis Matta dan Fahri Hamzah beberapa bulan lalu. Agar Masyarakat Jelas Reuni 212 itu gerakan politik atau gerakan agama.



Besok Reuni 212 yang ke 3. Apa relevansinya dengan Negara atau agama saat ini. Ada kegentingan apa

sehingga jutaan manusia perlu berkumpul lagi di Monas?.



Jakarta 1.12.19


Gedung Kompas-Gramedia Lantai 2
Jl Palmerah Barat 29 - 32
Jakarta Pusat - 10270
Telepon: +62-21-53650110, +62-21-53650111