string(99) "http://api.elex.media/produk/detail/isbn/kode/9786020412313/apikey/22a5225f86157120bbc8303b6e809a3b"
Konflik Bersejarah: Bulan Sabit dan Swastika
Nino Oktorino




lihat:

Selling Point:
Namun, saat Nazi memutuskan untuk merekrut para tawanan Soviet, para tawanan Muslim menyediakan basis perekrutan terbesar bagi unit-unit pekerja dan tempur ”pribumi”, termasuk barisan Ostlegion (Legiun Timur, unit-unit yang direkrut dari minoritas non-Slavia). Ketika Hitler kemudian memainkan kartu pan-Turan dan pan-Islam, kaum Muslim Soviet di Krim dan Kaukasus Utara memberikan sambutan hangat dan menyediakan ribuan pemudanya untuk bertugas dalam unit-unit keamanan Reich Ketiga dan melakukan ”tugas-tugas kotor” Nazi seperti memburu kaum partisan, melakukan ekspedisi penghukuman serta terlibat dalam aksi genosida terhadap kaum Yahudi dan Jipsi Soviet. Apa yang dilakukan oleh kaum Muslim Soviet tersebut sangat mengherankan. Padahal, secara logika, perlakuan tidak manusiawi dan tingginya angka kematian di antara para tawanan Muslim Soviet pada tahun 1941 seharusnya menimbulkan kebencian yang besar terhadap orang Jerman, bukannya kesediaan untuk bekerja sama, di mana sebagian dari mereka memang melakukannya. Namun, ada juga kebencian yang amat besar terhadap rezim Stalin dan kebijakan militernya yang membawa mereka ke jurang penderitaan. Selain itu, bergabung dengan sebuah unit tempur atau batalion pekerja Jerman juga merupakan sebuah cara untuk meloloskan diri dari neraka di kamp-kamp tawanan.


Gedung Kompas-Gramedia Lantai 2
Jl Palmerah Barat 29 - 32
Jakarta Pusat - 10270
Telepon: +62-21-53650110, +62-21-53650111