Alasanologi

Dikutip dari Kata Pengantar oleh Franz Magnis-Suseno SJ untuk buku Alasanologi: "...

Spesifikasi:

  • Bagian: Pengembangan Diri
  • Kategori: Pengembangan Diri
  • Sub Kategori: Pengembangan Diri
  • Penulis: Jaya Suprana
  • Editor: Paulin
  • Sampul: Doel

  • ISBN13/EAN: 9786020229386
  • SKU: 203087002
  • Harga: Rp40.000
  • Terbit: 1 Maret 2014
  • Kertas: Book Paper 55
  • Halaman: 192
  • Dimensi: 14 x 21 cm
  • Berat: 186 gram
  • Stok: tidak tersedia

Alasanologi

Sinopsis

Kita membutuhkan alasan, kita tidak dapat berbuat sesuatu tanpa alasan---beda dari binatang yang hanya perlu dorongan, dorongan naluri---kita bisa main-main dengan alasan, kita bersikap berani dan menjadi pahlawan karena alasan dan menjadi pengejut dan pengkhianat karena alasan; kita juga, begitu Jaya Suprana, dapat melakukan hal-hal horor dengan alasan.

Saya anggap buku Jaya Suprana ini sebagai buku pendidikan. Untuk mendidik diri kita sendiri. Untuk menjadi cerdas. Cerdas tentang diri sendiri. Agar kita melihat ke belakang dekor panggung di mana ego kita bersandiwara. Agar kita menjadi tahu tentang jurus-jurus murahan dan gampang-gampang yang kita pakai untuk membenarkan diri, padahal kita tidak benar. Buku Jaya Suprana mau membantu agar kita membersihkan diri dari tipuan-tipuan yang kita bangun terhadap diri sendiri. Karena biasanya, sebelum kita menipu orang lain, kita sudah menipu diri sendiri. Agar kita berani bertanggung jawab. Bertanggung jawab terhadap diri kita sendiri. Agar kita berani melihat muka kita dalam kaca cermin tanpa perlu diberi bedak. Dalam kebenaran, termasuk segi-segi kita yang kurang sedap, atau kurang kita senangi. Agar kita menjadi tulus. Alasan bisa membuat kita tidak tulus, tetapi alasan yang benar dan berprinsip justru dapat membuat kita menjadi tulus. Dan agar kita dapat mempertanggungjawabkan diri terhadap Tuhan. Karena hanya kalau kita berani melihat diri sendiri, kita boleh berani menghadap Tuhan.

Banyak hal menarik dalam buku ini. Misalnya bahwa Jaya Suprana menemukan kata padanan alasan dalam bahasa Inggris, yaitu reason. Betul, memang. Tetapi kelihatan juga bagi Jaya bahwa dua kata itu, alasan dan reason, tidak persis sama rasanya. Kata reason bernada murni intelektual, sedangkan dalam kata alasan terbawa juga segala macam dorongan, insting, tarikan, motif. Kelihatan bahwa kata bahasa Inggris lebih miskin artinya. Dalam Kamus Indonesia Jerman hasil kerja sahabat saya Romo Adolf Heuken SJ, alasan diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman menjadi Begrndung, Grund, Motiv, Anlass; tiga daripadanya dalam bahasa Inggris ya hanya reason.

Tentu cakupan dan nada kata-kata dapat mengatakan sesuatu tentang bagaimana manusia dalam suatu budaya melihat diri sendiri.

Enaknya buku ini, kita tidak perlu membacanya dari permulaan sampai akhir. Kita mulai saja di mana kita mau, bisa di tengah, bisa pada akhir buku. Dan buku ini juga tidak untuk dibaca habis dalam dua hari (meski tentu saja mungkin). Lebih baik kita membaca satu judul saja, lalu memikirkan atau merenungkannya.

Pokoknya ada banyak alasan baik untuk membaca Alasanologi karya Jaya Suprana. Banyak alasan Anda dapat menikmatinya."