Celoteh R.A. Kartini: 232 Ujaran Bijak Sang Pejuang Emansipasi

"Kartini memang tidak angkat senjata atau memimpin pemerintahan seperti banyak "pahlawan nasional" di luar sana.

Spesifikasi:

  • Bagian: Humaniora
  • Kategori: Sosiologi
  • Sub Kategori: Sosiologi
  • Penulis: Ahmad Nurcholish

  • ISBN13/EAN: 9786020455983
  • SKU: 718080383
  • Harga: Rp84.800
  • Terbit: 5 Maret 2018
  • Kertas: Book Paper 60
  • Halaman: 264
  • Dimensi: 15 x 0 cm
  • Berat: 232 gram
  • Stok: tidak tersedia

Celoteh R.A. Kartini: 232 Ujaran Bijak Sang Pejuang Emansipasi

Sinopsis

Ia tidak menggalang massa atau menyerukan pemberontakan. Tapi tulisannya menggambarkan perjuangan panjang di "ruang dalam" yang belum selesai sekalipun kemerdekaan di "ruang luar" sudah tercapai."

- Hilmar Farid, sejarawan (Gelap Terang Kartini, Jakarta: KPG -- Tempo, 2016).

"Surat-surat Kartini menggambarkan dirinya sebagai manusia dalam konteks kondisi-kondisi lokal yang unik dan tatanan sejarah zamannya. Dari sana, ia muncul di panggung sejarah secara tiba-tiba dan mempelopori memberikan penjelasan serta ketegasan terhadap apa yang sebelumnya tak jelas, juga kurang dirasakan secara sadar." - JJ Rizal, sejarawan. (Gelap Terang Kartini, Jakarta: KPG -- Tempo, 2016).

"Kartini manusia hybrid yang gelisah dan terombang-ambing. Dan demikian pun dengan kita masing-masing, baik saya yang berasal dari Eropa dan hidup di Jawa, maupun Anda semua dengan keunikan hibriditas biografis masing-masing." - Katrin Bandel, staf pengajar di Magister Ilmu Religi dan Budaya, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (pengantar dalam RA. Kartini, Emansipasi, Yogyakarta: Jalasutra, 2014).