Chel Ha`avir - Angkatan Udara Israel

Israel adalah sebuah negara kecil yang dikelilingi oleh negara-negara tetangga yang berusaha menghancurkannya sejak kelahirannya pada tanggal 15 Mei 1948.

Spesifikasi:

  • Bagian: Humaniora
  • Kategori: Politik
  • Sub Kategori: Politik
  • Penulis: Nino Oktorino
  • Editor: Chandra
  • Sampul: Erson

  • ISBN13/EAN: 9786020448077
  • SKU: 717081761
  • Harga: Rp63.800
  • Terbit: 15 Oktober 2017
  • Kertas: Book Paper 60
  • Halaman: 192
  • Dimensi: 19 x 23 cm
  • Berat: 287 gram
  • Stok: tidak tersedia

Chel Ha`avir - Angkatan Udara Israel

Sinopsis

Negara-negara Arab menganggap tanah di mana Israel berdiri adalah milik mereka, yang secara tidak adil dirampas dari tangan mereka oleh Inggris. Pasukan Arab berkali-kali berusaha merongrong negara Yahudi itu lewat berbagai tindakan yang sangat bermusuhan maupun usaha-usaha yang lebih halus. Selama hampir tujuh dasawarsa setelah pendirian negara Israel, warga negaranya harus berjuang menghadapi empat peperangan besar (1948, 1956, 1967 dan 1973), berbagai konflik yang penting (termasuk Perang Atrisi, perang-perang di Lebanon) dan ribuan pertempuran lokal maupun aksi melawan teroris. Chel Ha'Avir (Angkatan Udara Israel) memainkan sebuah peranan besar dalam sebagian besar aksi militer ini.

Dari asal mulanya yang compang camping pada tahun 1947, ketika kekuatan udara hanya terdiri atas kurang dari 20 pesawat ringan yang sudah usang, Chel Ha'Avir berkembang menjadi salah satu angkatan udara yang paling berpengalaman dan disegani di dunia. Israel, sebuah negara yang berpenduduk kurang dari 9 juta orang, pada saat ini memiliki sebuah angkatan udara yang ukurannya dapat disamakan dengan angkatan udara negara-negara besar seperti Inggris, Prancis dan Jerman. Dalam hal pengalaman, Chel Ha'Avir bahkan memilikinya lebih banyak dibandingkan angkatan udara Amerika Serikat maupun Rusia yang kekuatannya jauh lebih besar daripada angkatan udara Israel. Selama hampir 70 tahun terakhir, Chel Ha'Avir telah mengklaim memperoleh kemenangan udara sebanyak lebih dari 500 kali melawan pesawat-pesawat tempur jet garis depan buatan Rusia, menerbangkan ratusan ribu sortie tempur dan berhasil menghadapi kumpulan persenjataan pertahanan udara paling rapat yang pernah digunakan dalam sejarah.