Kiai Ndas

Buku ini merupakan ekspresi-ekspresi dari rasa gelisah, kesedihan, keanehan, sekaligus kekaguman atas kehidupan dunia yang penuh warna.

Spesifikasi:

  • Bagian: Agama Dan Spiritualitas
  • Kategori: Islam
  • Sub Kategori: Inspirasi Islami
  • Penulis: Nurul Huda Haem
  • Editor: Linda Razad

  • ISBN13/EAN: 9786020412504
  • SKU: 717100602
  • Harga: Rp56.800
  • Terbit: 31 Maret 2017
  • Kertas: Book Paper 60
  • Halaman: 232
  • Dimensi: 14 x 21 cm
  • Berat: 300 gram
  • Stok: tidak tersedia

Kiai Ndas

Sinopsis

Semua ekspresi itu terkumpul dalam personifikasi seorang kiai bernama "Kiai Ndas". Ndas dalam bahasa Jawa adalah berarti kepala, dan kepala adalah simbol kehormatan.

Di kepala tersemat kehormatan jika diletakkan di tempatnya. Di tempat yang paling tinggi di bagian tubuh manusia. Tetapi, jika kehormatan itu ternoda, menisbikan hakikat kemanusiaan, mengambil yang bukan haknya, menipu sahabat sejalan, membiarkan si miskin merana, atau merobek jala kasih yang Tuhan anugerahkan di semesta dunia, perhatikanlah, apakah kepala itu masih layak bertengger di tempat yang tinggi. Atau, sebenarnya kepala itu sedang diinjak oleh kaki sendiri?

Melalui Kiai Ndas, sang penulis ingin membagi kegembiraan kepada orang lain. Sekaligus ingin agar kehidupan kembali menjadi anugerah Tuhan yang indah, yang dapat dinikmati oleh semua ciptaan-Nya.

Tak usah berkerut dahi memikirkan nama "Kiai Ndas". Apalah arti sebuah nama? Ia hanyalah deretan huruf-huruf abjad. Biarkan saja nama itu menjadi panggilan. Mari kita simak ungkapan Kiai Ndas berikut ini:

"Betapapun indah namamu, ketika orang lain memanggilmu dengan penuh amarah, apakah namamu masih indah? Betapapun bagus namamu, ketika engkau berbuat culas, khianat, dholim, mencuri, korupsi, apakah namamu tetap bagus?"

"Endasmu!"

----00---

"Saya mengenal Ustad Enha melalui kisah yang bertutur tentang Kiai Ndas dan Mat Sikil. Tajam, cerdas, menggigit, dan mewakili peristiwa keseharian yang kita alami. Semoga Allah meridhai beliau." (Deddi Mizwar, Wakil Gubernur Jawa Barat)

"Gila..! itu kata yang ingin aku tulis untuk buku ini. Bukan hanya lantaran tuturan kata yang dijalin indah dan pilihan diksi-diksinya yang cermat, tapi juga ditulis dengan gaya dialog-dialog yang jenaka dan renyah." (KH. Husein Muhammad, Cendikiawan Muslim, Pengasuh Pesantren Dar Al-Tauhid Cirebon)