Klarifikasi Al-Quran Atas Berita Hoaks

Hoaks adalah informasi yang tidak berdasarkan fakta atau data, melainkan tipuan dengan tujuan memperdaya masyarakat dengan model penyebaran yang masif.

Spesifikasi:

  • Bagian: Agama Dan Spiritualitas
  • Kategori: Islam
  • Sub Kategori: Inspirasi Islami
  • Penulis: Idnan A. Idris
  • Editor: Mutia Azizah
  • Sampul: Camelia Auzura

  • ISBN13/EAN: 9786020480015
  • SKU: 718101357
  • Harga: Rp59.800
  • Terbit: 10 September 2018
  • Kertas: Book Paper 60
  • Halaman: 216
  • Dimensi: 14 x 21 cm
  • Berat: 300 gram
  • Pemesanan: cek lokapasar

Klarifikasi Al-Quran Atas Berita Hoaks

Sinopsis

Penyebaran berita palsu atau hoaks, bagaimanapun bentuk, cara, dan alasannya tidaklah dapat dibenarkan.

Fenomena sosial perilaku penyebaran berita hoaks banyak direkam dalam Al-Quran; bermula pada kisah Nabi Adam dan Hawa yang teperdaya oleh berita hoaks yang disampaikan iblis tentang 'pohon keabadian' hingga mengakibatkan terusirnya Nabi Adam dan Hawa dari surga. Juga pada kisah Fir'aun, sang penguasa yang membuat berita hoaks dan membentuk opini publik tentang Nabi Musa yang katanya ingin mengkudeta sang penguasa dan mengusir rakyatnya. Selanjutnya, ternyata pada tubuh umat Islam pun tak terhindar dari bentuk penyebaran berita hoaks yang dilakukan oleh orang-orang munafik, contoh yang sangat viral dan menjadi trending topic pada masanya dengan hashtag hadits al-ifk, yakni kisah istri Nabi Muhammad saw., 'Aisyah r.a. Beliau di tuduh dengan tuduhan yang sangat keji tanpa ada kesempatan untuk mengklarifikasi berita hoaks tersebut, hingga Allah SWT membersihkan namanya dan menerangkan siapa sang penyebar berita hoaks tersebut. Bahkan orang mukmin pun tak luput dari penyebaran berita hoaks, yakni al-Walid bin Uqbah, karena keterburu-buruannya dalam menyimpulkan apa yang dilihatnya dan hampir saja menimbulkan peperangan.

Dalam konteks saat ini, fenomena prilaku penyebaran hoaks, umat Islam tentunya mesti merujuk kembali kepada sistem nilai yang dimiliki, yaitu Al-Quran yang kaya akan khazanah historis dan tentunya sarat dengan pesan moral di dalamnya.

Buku ini mencoba mengulas secara rinci wawasan Al-Quran terkait berita hoaks, selain mengungkap term atau istilah berita hoaks, memaparkan secara historis sederet kronologi fenomena sosial perilaku berita hoaks; motif serta dampak dan ancaman perilaku hoaks, tentunya Al-Quran pun menawarkan solusi----fungsinya sebagai huda li al-nas, yakni petunjuk bagi manusia; kompas dalam berkehidupan----menyikapi berita hoaks.

"Keseharian saya bergelut dengan berita. Ada ratusan berita setiap hari masuk redaksi dan kami harus memilah-milih. Tidak hanya berita dari reporter, tapi juga dari masyarakat. Terlebih dengan perkembangan teknologi, informasi dari berbagai sumber dengan mudah dikirim dan masuk handphone yang kesemuanya tentu butuh verifikasi. Sebagai jurnalis, kami terbiasa skeptis, dan melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Namun, apakah kebiasaan itu juga dilakukan masyarakat umum? Memperhatikan fenomena saat ini, saya berpikir perlu upaya bersama meningkatkan literasi masyarakat, sehingga dapat memilih mana yang benar dan tidak dari informasi yang diperoleh. Sangat mudah saat ini, terutama pengguna medsos, menyebarkan kembali berita yang diterimanya, yang belum jelas kebenarannya, celakanya sudah banyak kasus yang membuat seseorang dihukum karena menyebarkan hoaks. Hoaks adalah pembodohan yang harus dilawan, tentu dengan senjata kecerdasan. Buku ini adalah salah satu senjata itu. Dalam buku ini, kita tidak hanya disuguhkan tentang apa itu hoaks, bahayanya hoaks, tapi juga bagaimana masyarakat harus bersikap dan solusinya. Ikhtiar Mas Idnan A. Idris dengan menghadirkan buku ini sangat baik dan bermanfaat, sebagai karya nyata dalam meningkatkan literasi masyarakat, dan tentu saja bagian dari perang melawan hoaks." - Adjat Wiratma, Jurnalis/Eksekutif Produser & News Anchor MNC News.