Make White Your Love

Membahas tentang cinta memang selalu ramai rasanya.

Spesifikasi:

  • Bagian: Agama Dan Spiritualitas
  • Kategori: Islam
  • Sub Kategori: Inspirasi Islami
  • Penulis: Cicih Yuningsih Irawan dan Amilatun Sakinah
  • Editor: Nursito Luky
  • Sampul: Doel

  • ISBN13/EAN: 9786020254807
  • SKU: 204269647
  • Harga: Rp20.000
  • Terbit: 18 Desember 2014
  • Kertas: Book Paper 55
  • Halaman: 216
  • Dimensi: 14 x 21 cm
  • Berat: 150 gram
  • Stok: tidak tersedia

Make White Your Love

Sinopsis

Betul apa yang dikatakan para pujangga bahwa hidup tanpa cinta memang bagai taman tak berbunga. Makna dari cinta yang sejati ini masih saja terus digali dari berbagai pihak. Banyak yang masih mempertanyakan apa makna sebenarnya. Tidak jarang yang menyebutkan bahwa cinta yang sejati adalah cinta abadi yang tidak lekang oleh waktu, sekalipun maut memisahkan. Oleh sebab itu, banyak juga orang yang mengalami hal ini, saat pasangannya harus meninggalkannya maka tidak ada pengganti dari cintanya tersebut. Cinta adalah perasaan yang tidak dapat dipaksakan, serta tidak dapat dibeli dengan uang. Cinta sejati dalam Islam adalah sebuah perasaan yang tidak ada balasannya. Dalam hal ini, Islam mengajarkan kasih sayang pada umatnya. Cinta yang sebenarnya adalah cinta kepada Allah Swt., selain itu tidak ada lagi cinta yang dapat melampauinya. Di dalam Islam juga diajarkan bagaimana mengasihi, mencintai, dan menyayangi sesama makhluk.

Cinta merupakan produk dari ghorizah na'u atau naluri memperbanyak keturunan. Sedangkan, setiap kita memanagemen naluri, kita membutuhkan aturan. Nah, aturan yang manakah yang akan kita pakai? Aturan dari Sang Pencipta ataukah aturan dari selain-Nya? Cinta yang terjadi antara laki-laki dan perempuan harus didasari dengan akhlak yang baik dan aturan yang shohih. Tanpa akhlak yang baik, cinta yang terjadi dapat ternodai dengan perbuatan buruk yaitu zina. Perbuatan yang salah jika sampai cinta hanyalah sebuah kedok untuk dapat melakukan zina. Cinta yang terjadi tanpa rasa takwa kepada Allah hanya akan membawa petaka bagi yang melakukannya. Terlebih lagi jika cinta yang ada hanya karena urusan duniawi, seperti uang, harta, jabatan, wajah, dan lain sebagainya. Cinta yang seperti itu tidak akan bertahan lama, karena suatu saat penyebabnya akan hilang maka cintanya juga akan hilang. Hal-hal semacam itu sebenarnya tidak dibenarkan dan bukan merupakan makna cinta yang sesungguhnya.