Parent-Things: Yang Terlewat dari Parenting

Buku ini adalah hasil dari pengalaman, refleksi, diskusi, bacaan, dan analisis penulis selama kurang lebih lima tahun menekuni isu parenting dan keluarga, baik sebagai ayah, konselor, pembicara, dan pembelajar sekaligus.

Spesifikasi:

  • Sub Kategori: Inspirasi Islam
  • Penulis: Dhuha Hadiyansyah
  • Editor: Nursito Luky
  • Sampul: Hadi

  • ISBN13/EAN: 9786230007880
  • SKU: 719101404
  • Harga: Rp80.000
  • Terbit: 2 Desember 2019
  • Kertas: Book Paper 60
  • Halaman: 304
  • Dimensi: 12 x 0 cm
  • Berat: 252 gram
  • Stok: tidak tersedia

Parent-Things: Yang Terlewat dari Parenting

Sinopsis

Setiap cerita dalam buku ini adalah kisah nyata, baik yang penulis alami dalam kehidupan rumahtangga sendiri maupun kisah orang lain dalam ruang konseling dan diskusi.

Buku ini terdiri atas tujuh bagian. Bagian pertama adalah uraian tentang pondasi parenting yang rapuh, yang memungkinkan beroperasinya pola asuh yang menciderai batin anak. Pada bagian ini, penulis mendiskusikan lima sub-bab, yang berisi bahasan tentang sejumlah soalan yang harus sudah diselesaikan sebelum memutuskan untuk memiliki atau mengasuh anak.

Bagian kedua adalah tentang hal-hal yang harus disiapkan untuk menyambut kelahiran anak. Di sini, penulis menghadirkan 4 sub-bahasan, yaitu: meluruskan makna cinta, mengenal Boston Basics dalam mendidik batita, dukungan ayah ASI, dan ucapan yang harus dihindari saat menyambut kelahiran.

Pada bagian ketiga, penulis melanjutkan bahasan dengan tema "Membesarkan Anak", yang berisi lima sub-bab, yaitu, 4 gaya parenting, aturan dalam keluarga, keterlibatan ayah, mengakrabkan anak dengan sepupu dan kerabat, serta relevansi mendongeng untuk menanamkan nilai pada anak.

Bagian selanjutnya adalah "Tantangan dan Perangkap Pengasuhan", yang berisi delapan sub-bagian, yang dimulai dari penjelasan tentang karakteristik anak dari pernikahan tak harmonis, kekerasan, mengirim anak ke sekolah asrama/pesantren, hingga orang tua berbeda agama. Pada bab ini, pembaca akan diajak untuk merenungkan kembali secara lebih dalam tentang gaya parenting yang selama ini diyakini sebagai hal yang wajar, padahal perlu didiskusikan ulang.

Pada bab kelima, penulis memberinya judul "Ketika Orang Tua Sudah Jadi Racun", yang berisi delapan sub-bagian. Yang pertama kali didiskusikan dalam bagian ini adalah konsep pedagogi atau parenting beracun, dan diakhiri dengan bentuk kelalaian orang tua sampai anak menjadi pecandu.

Tak berhenti pada fase kanak-kanak, penulis juga membahas pola asuh beracun orang tua kala anak sudah dewasa pada bab keenam. Di bagian ini, penulis ingin mengajak orang tua untuk berhenti menjodohkan anak secara sepihak, menuntut anak untuk membahagiakan mereka, dan supaya tidak menjadi parasit dalam kehidupan anak.

Terakhir adalah simpulan, yang berisi dua sub-bahasan. Pertama, penulis ingin menekankan pentingnya menjaga keharmonisan pernikahan dengan menyebutnya sebagai "anak pertama" yang harus dijaga. Kedua, penulis menyajikan cerita untuk menggugah pembaca supaya tidak berhenti belajar tentang parenting, dengan judul sub-bab "Tanyaan Paling Penting".