Pelita Sang Ahli Sujud

Salah satu permasalahan yang dialami manusia modern adalah disorientasi; lebih mementingkan unsur jasmani dibandingkan unsur rohani.

Spesifikasi:

  • Bagian: Agama Dan Spiritualitas
  • Kategori: Islam
  • Sub Kategori: Inspirasi Islami
  • Penulis: Royhan Firdausy
  • Editor: Nursito Luky
  • Sampul: Hadi

  • ISBN13/EAN: 9786020451459
  • SKU: 717102079
  • Harga: Rp58.800
  • Terbit: 27 Desember 2017
  • Kertas: Book Paper 60
  • Halaman: 244
  • Dimensi: 14 x 21 cm
  • Berat: 244 gram
  • Stok: tidak tersedia

Pelita Sang Ahli Sujud

Sinopsis

Sehingga mereka menjadi krisis spritual di mana jiwanya gersang akan ketenangan dan hatinya gelap akan cahaya kebenaran. Sensitivitas terhadap perihal kebaikan tersendat akibat nilai-nilai ajaran Islam yang perlahan terabaikan.

Jika hal demikian terus-menerus dibiarkan, akan melahirkan generasi yang lebih buruk dan kondisi hidup yang terpuruk. Sebab bagaimana mungkin kesejahteraan, kemakmuran, dan kedamaian hidup bisa didapat sedangkan keadaan batin mereka tidak keruan, pikirannya hanya tertuju pada kemewahan, dan nafsunya hanya menghendaki kepuasan.

Tidak ada lagi yang dapat menolong mereka "manusia modern" selain kesadaran dalam dirinya yang muncul dari bilik nuraninya melalui cahaya nasihat dan pemahaman, hikmah dan teladan serta doa dan hidayah Tuhan. Ini semua hanya bisa didapat dengan berusaha mencarinya bukan hanya dengan berpangku tangan saja. Mulai dari usaha membaca, memahami, meneladani, mengamalkan, dan mendakwahkan.

Sayyidina Ali Zainal Abidin yang mendapatkan gelar sang ahli sujud (as-Sajjad) merupakan sosok yang patut dijadikan teladan. Selain nasabnya yang mulia sebagai cucu Rasulullah saw., dari segi iman dan takwanya luar biasa, ibadahnya rajin dan istikamah, sujud menjadi kebiasaannya, akhlak dan kepribadiannya sangat baik dan nasihat-nasihatnya sejuk penuh dengan hikmah. Sangat disayangkan bila mengabaikannya.

Permasalahan-permasalahan terkait spritual sangat tepat bila memetik beberapa nasihat dari beliau sebagai solusi penyembuhannya. Demikian juga, masalah yang terkait dengan kemasyarakatan, sikap dalam bersolidaritas, keberkahan akan rezeki dan jalan menuju kebahagiaan akhirat. Oleh sebab itu, selagi ada kesempatan untuk memperbaiki diri, maka bersegeralah untuk menggapai itu, demi kebahagiaan mengapa mesti ditunda-tunda.