Rethinking Pesantren

Tindakan radikal yang mengatasnamakan Islam di dunia dan di Indonesia pada khusunya, telah banyak mencemarkan nama baik Islam di mata dunia, khusunya di bumi nusantara.

Spesifikasi:

  • Bagian: Agama Dan Spiritualitas
  • Kategori: Islam
  • Penulis: Prof. Dr. H.Nasaruddin Umar, MA
  • Editor: Irsan Asari
  • Sampul: Hadi

  • ISBN13/EAN: 9786020237619
  • SKU: 998140846
  • Harga: Rp29.800
  • Terbit: 14 April 2014
  • Kertas: Book Paper 55
  • Halaman: 160
  • Dimensi: 14 x 21 cm
  • Berat: 300 gram
  • Stok: tidak tersedia

Rethinking Pesantren

Sinopsis

Bahkan peristiwa tersebut menjadi penyebab utama terhadap munculnya kelompok-kelompok islam phobia yang anti Islam.

Hal ini secara otomatis memiliki efek domino terhadap stigma negatif -- khusunya dalam persfektif Barat- terhadap apa pun yang berkaitan erat dengan islam termasuk dianataranya dunia pendidikan Islam. Pesantren sebagai basis utama pendidikan Islam di Indonesia yang telah berdiri semenjak ratusan abad yang lalu, -setelah terungkapnya beberapa teroris yang alumni pesantren,- pesantren seringkali menjadi target bullying kedengkian media Barat. Pesantren seringkali dianggap sebagai sarang teroris yang mengajarkan kebencian bukan cinta kasih, kegalakan dan bukan kelembutan.

Ditambah lagi, media massa Barat yang berlomba-lomba menggambarkan Islam sebagai "sarang teroris, pusara kedengkian, anti-Barat, dan anti demokrasi", pada akhirnya masyarakat Islam dunia pun (pesantren khususnya) lenyap ditelan citra negatif itu.

Buku yang ditulis oleh Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA ini mencoba memotret wajah pesantren mulai dari sejarahnya yang paling awal, bahkan sebelum kata santri, atau pesantren itu muncul, untuk mengulang kembali citra Islam yang sesungguhnya. Buku ini juga Sebagai jawaban atas kegundahannya terhadap stigma negatif sebagian besar media Barat terhadap dunia pesantren yang seringkali mengemas informasi timpang dan kurang objektif. Selamat membaca.

Syinopsis

Bahkan peristiwa tersebut menjadi penyebab utama terhadap munculnya kelompok-kelompok islam phobia yang anti Islam.

Hal ini secara otomatis memiliki efek domino terhadap stigma negatif -- khusunya dalam persfektif Barat- terhadap apa pun yang berkaitan erat dengan islam termasuk dianataranya dunia pendidikan Islam. Pesantren sebagai basis utama pendidikan Islam di Indonesia yang telah berdiri semenjak ratusan abad yang lalu, -setelah terungkapnya beberapa teroris yang alumni pesantren,- pesantren seringkali menjadi target bullying kedengkian media Barat. Pesantren seringkali dianggap sebagai sarang teroris yang mengajarkan kebencian bukan cinta kasih, kegalakan dan bukan kelembutan.

Ditambah lagi, media massa Barat yang berlomba-lomba menggambarkan Islam sebagai "sarang teroris, pusara kedengkian, anti-Barat, dan anti demokrasi", pada akhirnya masyarakat Islam dunia pun (pesantren khususnya) lenyap ditelan citra negatif itu.

Buku yang ditulis oleh Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA ini mencoba memotret wajah pesantren mulai dari sejarahnya yang paling awal, bahkan sebelum kata santri, atau pesantren itu muncul, untuk mengulang kembali citra Islam yang sesungguhnya. Buku ini juga Sebagai jawaban atas kegundahannya terhadap stigma negatif sebagian besar media Barat terhadap dunia pesantren yang seringkali mengemas informasi timpang dan kurang objektif. Selamat membaca.