Why? Utopia (Thomas More)

Kata 'Utopia' yang diciptakan oleh Thomas More dari gabungan dua kata Yunani yang masing masing berarti 'tidak ada (ou-) dan 'tempat (toppos)'.

Spesifikasi:

  • Bagian: Komik
  • Kategori: Komik Pendidikan
  • Sub Kategori: Komik Pendidikan
  • Penulis: YeaRimDang
  • Editor: Retno Kristy

  • ISBN13/EAN: 9786020401171
  • SKU: 717020276
  • Harga: Rp110.000
  • Terbit: 19 Februari 2017
  • Kertas: HVS 100 gram
  • Halaman: 216
  • Dimensi: 18 x 24 cm
  • Berat: 188 gram
  • Pemesanan: toko dan lokapasar

Why? Utopia (Thomas More)

Sinopsis

Utopia juga dimaksudkan sebagai tempat yang bagus (eu-). Kata ini sampai sekarang digunakan untuk menyebutkan sebuah negara ideal yang tidak ada, atau untuk menyatakan keidealan. Mengapa orang-orang tetap mengejar Utopia yang tidak juga ditemukan bahkan setelah 500 tahun berlalu? Mungkin karena ketidakhadirannya itulah yang membuat mereka berharap, dengan begitu dapat menyimpannya di dalam hati.

Sebenarnya Utopia yang dikemukakan oleh More ini sulit untuk diterapkan pada zaman sekarang ini. Bagaimanapun juga untuk menyelaraskan tingkat hidup atau budaya dari semua negara yang sangat berbeda sangatlah tidak mungkin. Akan tetapi, karena itulah justru kita perlu untuk fokus pada pemikiran More. Meski merupakan suatu bentuk ideal, namun saat kita mengetahui bahwa kita semakin menjauh dari bentuk tersebut, hanya dengan mencoba membayangkan kembali keidealan tersebut maka dapat menjadi titik balik yang bisa mengembalikan kita pada tujuan yang kita harapkan. Bagaimana pun juga, karena Utopia adalah tempat yang tidak ada, maka bisa saja dia ada sebagai sebuah ideal yang kita harapkan.

Utopia karya Thomas More dalam proses kurikulum SD, SMP, dan SMA, memberikan pengaruh terbesar dalam hal yang berkaitan dengan politik, juga memberikan pengertian dan pemahaman mendasar mengenai bentuk masyarakat demokrasi, proses berdirinya sebuah negara, dan arah pemerintahan. Jika anak sudah membaca sekali, dia dapat menyimpulkan bahwa ini adalah karya klasik yang bagus.

Meskipun ilmu budaya klasik dikatakan sebagai akar dari semua disiplin ilmu sehingga tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa buku ini juga memiliki pengaruh. Hanya dengan memahami dengan tepat arti dari kata-kata yang ada di dalamnya, dapat memberikan pengaruh seperti layaknya berbincang-bincang dengan si penulis budaya klasik tersebut.

Di luar kosakata yang diberikan dalam kumpulan soal di sini, apabila memahami berbagai macam kosakata yang muncul dalam cerita akan sangat membantu sebagai latihan membaca yang efektif. Akan tetapi, tujuan utama membaca buku “Why? Ilmu Pengetahuan Budaya Klasik – Utopia” ialah mengikuti alur keseluruhan buku dan memahami isi dan pemikiran yang ada di dalam buku tersebut. Ingatlah bahwa dia bukan untuk menghafal kosakata yang muncul di dalamnya. Seperti perumpamaan seorang pendaki gunung yang terlalu fokus pada setiap pohon yang ada di dalam hutan sehingga lupa menikmati keindahan hutan yang dilaluinya, hal tersebut sama saja sia-sia jika dilihat dari tujuannya menaiki gunung.

 



Produk Serupa



 



 

 

Lokapasar
Toko