Bidadari Kecilku (Kumpulan Cerpen) (e-book)

Setelah hampir dua puluh tahun berkutat dengan dunia ibu rumah tangga dan dua belas tahun menjadi guru, Dyah Pratiwi yang dipanggil Titi atau Pipit bersembunyi dari dunia penulisan.

Spesifikasi:

  • Bagian: Novel
  • Kategori: Cerita Pendek
  • Sub Kategori: Cerita Pendek
  • Penulis: Dyah Pratiwi
  • Editor: Retno Kristy

  • ISBN13/EAN: 9786230017100
  • SKU: 523005693
  • Harga: Rp50.000
  • Terbit: 4 September 2020
  • Kertas: Book Paper 60
  • Halaman: 72
  • Dimensi: 14 x 21 cm
  • Berat: 300 gram
  • Pemesanan: cek lokapasar

Bidadari Kecilku (Kumpulan Cerpen) (e-book)

Sinopsis

Kecintaannya akan dunia menulis hanya dituangkan lewat diari, buku agenda, sosial media seperti facebook dan instagram, dia memberanikan diri untuk menulis ke dalam laptop usangnya, untuk mewujudkan mimpinya untuk menghasilkan sebuah buku.

Cita-citanya untuk membuat buku diwujudkan dengan bantuan para sahabat, guru hebat dari Kota Batu yang sudah terlebih dahulu berkarya. Karya yang dituangkan dalam buku perdananya kali ini berupa sebagian kumpulan cerpennya dan catatan yang dia tulis di Facebook.

Ada tiga buah cerpen dalam buku ini, Pelajaran Berharga Buat Titi, Ketika Senyumku Tak Juga Tampak, dan Jangan Panggil Aku Bejo. Sedangkan catatan-catatan kecil yang ditulis melalui sosial media Facebook, About Me yang ditulis secara bersambung , Sweet dan Memory yang ditulis menjadi bagian-bagian, Aku dan Silver Queen dan Arti Sebuah Pujian yang semuanya catatan tersebut ditulis pada akhir 2010 saat usianya 35 tahun.

Yang saya baca dalam buku ini adalah bahasa yang digunakan pada cacatan menggunakan bahasa keseharian bukan bahasa baku, karena merupakan cetusan pengalaman pribadi dan kesehariannya. Sekarang di usianya yang kepala empat sudah menemukan kematangan dalam bertutur lewat tulisan.

Silahkan baca sendiri dan menilai tulisan buku pertama dari Dyah Pratiwi.

Ada tiga buah cerpen dalam buku ini, Pelajaran Berharga Buat Titi, Ketika Senyumku Tak Juga Tampak, dan Jangan Panggil Aku Bejo. Sedangkan catatan-catatan kecil yang ditulis melalui sosial media Facebook, About Me yang ditulis secara bersambung , Sweet dan Memory yang ditulis menjadi bagian-bagian, Aku dan Silver Queen dan Arti Sebuah Pujian yang semuanya catatan tersebut ditulis pada akhir 2010 saat usianya 35 tahun.

Yang saya baca dalam buku ini adalah bahasa yang digunakan pada cacatan menggunakan bahasa keseharian bukan bahasa baku, karena merupakan cetusan pengalaman pribadi dan kesehariannya. Sekarang di usianya yang kepala empat sudah menemukan kematangan dalam bertutur lewat tulisan.

Silahkan baca sendiri dan menilai tulisan buku pertama dari Dyah Pratiwi.