Why? Human Being [Edisi 2016]

Mengenal Manusia Manusia pertama kapan dan di mana muncul hingga sampai seperti kita sekarang? Asal-usul manusia selalu menjadi topic menarik bagi kita tetapi masih menjadi teka-teki yang harus dipecahkan sedikit demi sedikit melalui fosil.

Spesifikasi:

  • Bagian: Komik
  • Kategori: Komik Pendidikan
  • Sub Kategori: Komik Pendidikan
  • Penulis: Lee Kwang-Woong
  • Editor: Retno Kristy

  • ISBN13/EAN: 9789792798043
  • SKU: 717021153
  • Harga: Rp50.000
  • Terbit: 12 Januari 2023
  • Kertas: HVS 100 gram
  • Halaman: 160
  • Dimensi: 18 x 24 cm
  • Berat: 300 gram
  • Pemesanan: cek lokapasar

Why? Human Being [Edisi 2016]

Sinopsis

Orang-orang tertentu yakin bahwa Tuhanlah yang menciptakan bukan hanya benda-benda di dunia bahkan manusia, dan sekelompok orang-orang lainnya berpendapat bahwa manusia dan kera berasal dari satu cabang yang sama dan hingga saat ini semua makhluk hidup terus-menerus berevolusi. Jadi apakah manusia diciptakan oleh Tuhan, atau berevolusi berbeda satu sama lain? Perdebatan mengenai lahirnya manusia, penciptaan dan evolusi sepertinya tidak akan berakhir dengan mudah. Hal itu dikarenakan fosil-fosil yang membuktikan teori terus ditemukan dan penelitian berulang-ulang memperkuat teori evolusi, dan teori penciptaanpun harus menghadapi teori-teori baru.

Buku ini memperkenalkan berbagai cerita mengenai evolusi makhluk hidup dan proses munculnya kehidupan pertama di bumi, dan menyajikan sejarah kelahiran dan evolusi, bagaimana nenek moyang manusia yang berjalan dengan dua kaki menggunakan alat untuk membuat api dan berevolusi menjadi homo sapiens seperti penampilan kita saat ini. Kalau begitu, bagaimana kalau kita mencaritahu jejak sejarah panjang manusia dan kunci untuk memecahkan teka-teki ini? Nah, ayo kita berangkat!

Perdebatan mengenai lahirnya manusia, penciptaan dan evolusi sepertinya tidak akan berakhir dengan mudah. Hal itu dikarenakan fosil-fosil yang membuktikan teori terus ditemukan dan penelitian berulang-ulang memperkuat teori evolusi, dan teori penciptaanpun harus menghadapi teori-teori baru.