Problem Solver Nikmati Hidup Anda

Lima langkah perlu dilakukan setiap problem solver.

Spesifikasi:

  • Bagian: Pengembangan Diri
  • Kategori: Inspirasi
  • Sub Kategori: Inspirasi
  • Penulis: Jemmy Setiawan,Saleh, Drs (Abu Aly)
  • Editor: Heri Yulianto
  • Sampul: Doel

  • ISBN13/EAN: 9786020292595
  • SKU: 716061539
  • Harga: Rp20.000
  • Terbit: 9 Oktober 2016
  • Kertas: Book Paper 60
  • Halaman: 232
  • Dimensi: 15 x 21 cm
  • Berat: 250 gram
  • Stok: tidak tersedia

Problem Solver Nikmati Hidup Anda

Sinopsis

Siapa pun dia. Manajer, orang tua, ibu rumah tangga, mahasiswa, bahkan ulama dan cenderkiawan. Melalui lima langkah ini --Siklus solusi- kita dituntun untuk melakukannya tahap demi tahap. Seperti sebuah kursus privat.

KENALI: RUMUSKAN MASALAH. Penting kita mengenali apa masalahnya. Rumusan masalah, bahkan, dapat disebut sebagai sebagian dari solusi. Dengan rumusan masalah yang jelas, diketahui detail persoalannya, kita dapat berpikir garis besar solusinya. Disarankan untuk dibuat "peta masalah"; keadaan masalah itu di dalam lingkup atau keadaan yang mengitarinya. Sebab pada umumnya, sebuah masalah timbul terkait dengan faktor-faktor penting (di) sekitarnya.

INFORMASI: KUMPULKAN DATA. Ibarat bahan baku, informasi adalah sumberdaya penting --bahkan terpenting- untuk pikiran kita bekerja. Pada dasarnya, kita seperti melakukan praktik Matematika. Bilangan itulah data. Makin banyak data, sejauh relevan, amat dibutuhkan untuk membuat analisis. Perkalian, pertambahan, pengurangan, atau pembagian. Dari sini, dapat dibuat scenario -- pada langkah berikutnya.

PILIH: KAJI ALTERNATIF TERBAIK. Setelah scenario ditetapkan (biasa lebih dari satu), pilih yang paling bagus. Atau paling mungkin, untuk saat ini. Jika telah dicoba dikalkulasi bahwa Plan A adalah solusi terbaik, maka segera putuskan. Keputusan berupa memilih pilihan terbaik adalah tindakan bijaksana. Karena hanya dengan keputusan terbaik -- sebuah solusi akan nyata dapat dipraktikkan.

PRAKTIKKAN: IMPLEMENTASIKAN SECARA NYATA. Di sini, langkah mempraktikkan dapat bersifat sementara. Juga dapat bersifat permanen, tetap. Misal. Telah dicoba satu bagian, ternyata bagus, maka dapat dipertimbangkan untuk dipraktikkan secara menyeluruh sekaligus permanen. Dengan praktik, solusi menjadi nyata; tidak berada di udara bebas. Sebaliknya, membumi.

PERBAIKI: NAIK TANGGA KEMAJUAN. Ini adalah siklus perbaikan berkelanjutan. Artinya, jika telah bagus, perlu ditingkatkan pada siklus --atau tahapan- berikutnya. Inilah continuous improvement. Pada dasarnya, siklus perbaikan dapat digunakan untuk bekal sukses tahap lanjut.