Warrior Way

Orang kaya yang gelamor semakin banyak tampil di media.

Spesifikasi:

  • Bagian: Pengembangan Diri
  • Kategori: Inspirasi
  • Sub Kategori: Inspirasi
  • Penulis: Ahmad Juwaini
  • Editor: Heri Yulianto
  • Sampul: Doel

  • ISBN13/EAN: 9786020401140
  • SKU: 717060284
  • Harga: Rp59.800
  • Terbit: 13 Maret 2017
  • Kertas: Book Paper 60
  • Halaman: 240
  • Dimensi: 14 x 21 cm
  • Berat: 300 gram
  • Stok: tersedia

Warrior Way

Sinopsis

Ini membuat iri sebagian mereka yang belum kaya. Ada yang sekadar iri tanpa dibarengi dengan usaha, ada yang iri tetapi justru terinspirasi lalu bersemangat untuk bekerja lebih keras, namun ada juga iri yang diikuti dengan melakukan cara instan karena yang disorot adalah bagaimana mendapatkan hasil akhir yang enak bukan proses yang dijalani orang kaya.

Jika kita mendalami lagi fenomena-fenomena sosial, letupan-letupan lain yang setara dengan praktik korupsi kendati kadarnya rendah, banyak kita temukan. Cara-cara instan itu bisa muncul di mana saja. Karakter cara instan adalah mereka melakukan suatu pekerjaan dengan orientasi hasil bukan prosesnya.

Merujuk pada karakter tersebut, maka fenomena kegaduhan Ujian Nasional yang menguak guru sekolah berkolaborasi membocorkan kunci jawaban kepada murid-muridnya karena khawatir nilai sekolahan tersebut jeblok, juga merupakan contoh sesuatu yang instan. Cara instan itu juga tercermin pada siswa-siswa yang berburu kunci jawaban menjelang digelarnya Ujian Nasional. Anehnya fenomena ini bukan terjadi di satu atau dua tempat tetapi terjadi dengan skala nasional.

Ini menggambarkan bahwa cara-cara instan untuk mencapai sebuah tujuan ini sudah akrab di tengah masyarakat. Bisa jadi karena telah berlangsung lama, maka cara instan ini sudah mendarahdaging dan lambat laun menjadi sebuah budaya. Orang yang berpikir dan bertindak instan menandakan orang yang ogah berjuang. Orang yang tidak mau merasakan perihnya hidup dan sulitnya menggapai sesuatu.

Lebih dari itu semua, dalam hidup ini kita harus punya mimpi atau cita-cita. Semua mimpi dan cita-cita itu tidak cukup hanya dikhayalkan, tetapi harus diperjuangkan. Memiliki cita-cita itu penting, tetapi memperjuangkan cita-cita agar menjadi kenyataan itu jauh lebih penting lagi. Dengan cita-cita kita punya arah dalam hidup ini yang akan dikejar. Yaitu cita-cita yang akan kita kejar sampai kita mati.