Digulung Pandemi, Digalaukan Chat History

jika ini puisi urban, kutulis kau sebagai kelas pekerja yang disiksa lembur hingga tengah malam.

Spesifikasi:

  • Bagian: Novel
  • Kategori: Puisi
  • Sub Kategori: Puisi
  • Penulis: Faizal Reza
  • Editor: Fidyastria Saspida

  • ISBN13/EAN: 9786230026348
  • SKU: 721030345
  • Harga: Rp60.000
  • Terbit: 14 Juli 2021
  • Kertas: Book Paper 55
  • Halaman: 120
  • Dimensi: 12.5 x 0 cm
  • Berat: 150 gram
  • Pemesanan: cek lokapasar

Digulung Pandemi, Digalaukan Chat History

Sinopsis

kuabadikan kau dalam daftar nyanyian band biasa saja yang rutin tampil di bar favoritmu setiap malam selasa.

perihal cinta bakal kukenang lewat tiket diskonan, tagihan bulanan, atau ponsel pintar yang ternyata tak ada pintar-pintarnya. pertemuan kita akan kutulis seperti drama korea yang biasa kau tonton saat kita libur bercinta. perkara cemburu akan kuramaikan dengan kisah rapat-rapat virtual, kurir es kopi susu, atau konsol game mahal yang tak sanggup kita beli tunai.

babak pertengkaran akan kututurkan penuh ledakan. meniru film bioskop yang terakhir kita tonton sebelum negara diserang pandemi. berakhirnya kita akan kukisahkan bersama pohon yang menjadi beton, sungai yang menjadi kolam renang, sawah yang menjadi mal, kampung yang menjadi pabrik, atau tetangga yang bekerja menjadi para penjaga.

karena kalau tak dilebih-lebihkan atau dihebat-hebatkan, cinta kita terlalu biasa saja.

Faizal Reza. Lahir awal 80an di ujung timur Pulau Jawa, berzodiak Pisces, dan mencintai film Indonesia. Sepuluh tahun terakhir ini berpindah-pindah kantor mulai dari rumah produksi, kantor iklan, perusahaan startup, hingga kantor iklan lagi. Suka nongkrong berpindah-pindah bar dan tempat ngopi, tapi ujung-ujungnya kembali ke situ-situ juga.

Masih aktif berkicau di Twitter @monstreza, sesekali menulis di medium.com/@faizalreza, dapat dihubungi via surel di askmonstreza@gmail.com, dan saat ini tinggal di sebuah rumah kos berwifi kencang di Selatan Jakarta.

Sebelum ini, tulisan-tulisannya terbit dalam antologi cerita pendek. Maka Yang Diacak-acak Seprai, Yang Berantakan Hati adalah buku solo pertamanya. Sedangkan "Digulung Pandemi, Digalaukan Chat History" adalah karya solo keduanya yang merupakan sebuah kumpulan puisi-prosa.