Satu Tuhan Banyak Agama: Pandangan Sufistik Ibn Arabi, Rumi dan Al-Jili

Profesor Media Zainul Bahri, Gurubesar Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, membuat riset yang cukup serius dan mendalam yang kini terbit menjadi buku di hadapan Anda.

Spesifikasi:

  • Bagian: Agama Dan Spiritualitas
  • Kategori: Islam
  • Sub Kategori: Pemikiran Islam
  • Penulis: Media Zainul Bahri
  • Editor: Jarwati

  • ISBN13/EAN: 9786230027802
  • SKU: 721100522
  • Harga: Rp145.000
  • Terbit: 22 September 2021
  • Kertas: Book Paper 60
  • Halaman: 496
  • Dimensi: 15 x 0 cm
  • Berat: 547 gram
  • Pemesanan: cek lokapasar

Satu Tuhan Banyak Agama: Pandangan Sufistik Ibn Arabi, Rumi dan Al-Jili

Sinopsis

Sentral pembahasannya seputar konsep Wahdatul Wujud, the Unity of Being atau Kesatuan Wujud. Tuhan, alam dan manusia pada dasarnya satu, yang berpusat pada Tuhan sebagai Wujud Absolut (Absolute Being, wajib al-wujud), dua yang lainnya berada karena keberadaan Tuhan (mumkin al-wujud, contingent being). Alam dan manusia merupakan lokus bagi tajalli Tuhan untuk menunjukkan kebesaran-Nya dan agar dikenal oleh makhluk-Nya. Oleh karena itu, ketika hamba-Nya berzikir mengingat dan mencari Tuhan, sesungguhnya Tuhan berzikir terhadap diri-Nya melalui makhluk-Nya, karena keberadaan manusia adalah tajalli dari eksistensi Allah Yang Ahad dan Absolut, dengan berbagai sifat dan asma-Nya.

Dalam buku ini konsep Kesatuhan Wujud lalu dikaitkan dengan diskursus seputar pluralisme agama. Lagi-lagi, topik ini dalam masyarakat juga melahirkan kontroversi. Tetapi dalam dunia akademis, apa yang oleh masyarakat disebut kontroversial sesungguhnya merupakan hal yang biasa-biasa saja. Ilmu pengetahuan berkembang justru ketika dihadapkan pada berbagai persoalan kontroversial untuk menemukan teori dan pemahaman baru yang lebih mendekati kebenaran. (Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia)

Karya ini membuktikan bahwa para sufi, seperti diwakili Ibn Arabi, Rumi dan Abdul Karim Al-Jili, adalah kelompok Islam yang paling toleran, penuh simpati, terbuka, dan ramah terhadap agama-agama non-Islam. Siapa pun yang ingin mengkaji konsep kesatuan transenden agama-agama, karya yang ditulis seorang sarjana Indonesia ini, layak dijadikan rujukan

(Prof. Kautsar Azhari Noer, Gurubesar Perbandingan Agama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Media Zainul Bahri, adalah Gurubesar Pemikiran Islam pada Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta