produk / detail
Setapak Akhir Zaman
Manusia harus merefleksi perbuatannya untuk menghindari kelupaan pada Allah dan mempercepat kedatangan kiamat Kembali pada entitas sejati sebagai khalifah yang bertanggung jawab besar atas keberlangsungan dunia
Sampul Belakang:
Salah satu yang wajib kita imani sebagai muslim ialah memercayai dan meyakini akan datangnya hari kiamat, hari kehancuran dunia fana, hari kebangkitan setelah kita mati, dan hari untuk memasuki kehidupan yang kekal . Bukan hanya kita"sebagai muslim"saja yang menyakini hal tersebut, akan tetapi semua agama rumpun Abrahamik (agama keturunan Nabi Ibrahim) atau istilah lainnya Agama Langit dan demikian pula Agama Bumi juga menyakini akan hal itu.
Kiamat pasti adanya, dan adanya juga pasti. Kapan datangnya, tidak ada seorang pun yang tahu, namun yang pasti hal itu pasti terjadi. Para Rasul"hingga para malaikat pun"tak pernah tahu tentang kepastian kapan terjadinya. Karena mereka hanya diperintahkan untuk menyampaikan berita bahwa kiamat ini benar adanya.
Manusia hanya selalu dan hanya bisa berasumsi atau berspekulasi"atau meramalkan"tentang kapan terjadinya kiamat. Padahal mereka tidak ada pengetahuan sedikit pun tentang bocoran waktu tibanya kiamat, dan tidak ada kepastian sedikit pun tentang kapan kedatangannya. Entah menggunakan pendekatan mistis ala ramalan Michel de Nostredame ataupun scientific ala Isaac Newton, yang jelas memprediksikan kedatangan kiamat selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi manusia yang geger dengan pemberitaan.
Buku ini hadir sebagai upaya agar kita tidak dibutakan oleh sifat materialistik yang selalu mengejar kekuasaan, kekayaan, dan keuntungan yang besar yang menyebabkan kelupaan pada Allah hingga kita tidak lagi mengagungkan-Nya. Di samping itu agar manusia juga merefleksi diri, apa yang telah dibuatnya selama ini, apakah telah merugikan sesama manusia atau tidak, apakah telah mempercepat datangnya kiamat atau memperlambat kedatangannya, sehingga manusia benar-benar kembali pada entitas sejatinya, yakni sebagai khalifah yang berhati suci dan memikul tanggung jawab besar atas keberlangsungan dunia ini. Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Tuhan dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. (Az-Zumar [39]: 67)
Daftar Isi
Semua Tidak Beranjak Dari Bumi | 1 |
Mengikat Makna Kiamat | 7 |
Desasdesus Kedatangan Kiamat | 11 |
Mengapa Allah Menciptakan Kiamat? | 21 |
Tiga Golongan Manusia | 39 |
Kiamat Kapan Terjadi? | 45 |
Tandatanda Kedatangannya | 55 |
Tandatanda Yang Lain makna Metaforis | 69 |
Mempersiapkan Bekal | 113 |
Memperlambat Bukan Menghentikan | 121 |
Memperlambat Kedatangannya | 125 |
Menghidupkan kembali Fikih Lingkungan | 137 |
sebuah Renungan | 145 |
Daftar Pustaka | 150 |
Tentang Penulis | 151 |
Back | 154 |