produk / detail
Sayidah Fatimah: Sang Mihrab Taat

Perjalanan hidup Fatimah Az-Zahra, seorang wanita yang menjadi teladan lintas zaman, dihidupkan kembali dalam bentuk semi novel yang menarik. Dengan membaca, kita dapat memahami bagaimana Fatimah Az-Zahra menjaga izzah dan iffahnya, menjadi potret sempurna untuk diteladani oleh setiap manusia.
Sampul Belakang:
Siapakah dirimu, duhai Tuan Putri?
Seorang penyair bernama Iqbal menyatakan, Ia putri siapa? Istri siapa? Dan ibu siapa? Ia seberkas cahaya dari cahaya mata Al-Musthafa . Perempuan tanpa perumpamaan. Bidadari Padang Pasir, Fatimah Az-Zahra.
Sungguh, ketika menuliskan kisahnya, aku sempat berpikir sosoknya adalah fiktif. Sebab, terlalu sempurna untuk dituliskan, terlalu hebat untuk digambarkan, terlampau jauh untuk ditemui, dan sangat abstrak untuk dinikmati.
Meski beliau hidup 14 abad yang lalu, namun kisah perjalanan hidupnya terasa tetap hidup, laksana obor yang senantiasa menyala sepanjang masa. Beliau telah berhasil menjadi teladan lintas zaman. Beliau berhasil menjaga izzah dan iffahnya, sehingga menjadi potret paling utuh dan paling sempurna untuk diteladani oleh setiap manusia.
Duhai semesta, kalau bukan Sayidah Fatimah Az-Zahra, siapa lagi yang pantas kita kenalkan pada manusia di dunia ini?
Daftar Isi
Tali Nasab yang Suci | 1 |
Jemari Takdir | 11 |
Sepasang Doa | 27 |
Resah dalam Penantian | 39 |
Menjemput Peluk | 52 |
Bunga Surgawi Tumbuh di Bumi | 62 |
Bidadari Kecil | 73 |
Bunga di Musim Semi | 80 |
Sepotong Daging | 147 |
Sang Mihrab Taat | 154 |
Romansa Cinta | 164 |
Drama Cinta | 173 |
HariHari Berlalu | 184 |
Madinah Berduka | 192 |
Tiga Wasiat Cinta | 201 |
Sepotong Jiwa | 210 |