produk / detail
Jihad Melawan Religious Hate Speech

Kisah Raja Firaun hancur karena kebencian. Al-Quran larang benci dan prasangka buruk. Jihad melawan Hate Speech penting untuk keutuhan umat. Hindari konflik dengan memahami dan melawan Hate Speech. Bumikan pesan-pesan langit untuk meningkatkan ketahanan.
Sampul Belakang:
Gugusan Nusantara tidak hanya dihuni oleh ragam bahasa, warna kulit dan budaya, namun juga dihuni agama-agama dengan pengikut yang sangat loyal . Pemeluk agama di seluruh Nusantara memiliki kecintaan tinggi terhadap agamanya. Di satu sisi kondisi ini menjadi potensi tersendiri bagi bangsa Indonesia, namun di sisi lain kesalahan mengelola loyalitas keagamaan dapat memicu konflik. Dan salah satunya adalah kesalahan dalam menerima dan memahami konten-konten Religious Hate Speech (RHS). Ketika RHS dianggap sebagai bagian dari perintah agama, inilah titik awal yang dapat mengancam NKRI. Bagi bangsa Indonesia yang dikenal luas keberagamannya, RHS adalah ancaman serius yang tak bisa diremehkan.
Al-Quran menyampaikan pelajaran yang sangat berharga tentang bahaya menyebar kebencian, yaitu kisah Raja Firaun yang hancur karena selalu melancarkan ungkapan kebencian (hate speech) kepada Nabi Musa. Al-Quran juga selalu mengingatkan kita agar tidak begitu mudah membenci orang lain (QS. Al-Maidah/5: 8) dan tidak menyebar prasangka buruk (QS. Al-Hujurat/49: 12).
Jihad melawan RHS menjadi sebuah keniscayaan. RHS tidak hanya mengancam bangsa dan Negara, namun juga keutuhan umat, termasuk internal umat Islam. Jangan sampai keragaman aliran dan mazhab serta pilihan politik umat Islam justru dimanfaatkan pihak tertentu untuk masuk dan melakukan perusakan ukhuwah. Jihad melawan RHS jangan digambarkan sebagai hard strike, melainkan lebih bersifat meningkatkan ketahanan. Salah satunya dengan membumikan pesan-pesan langit, sebuah istilah untuk menggambarkan luasnya wahyu yang telah diturunkan kepada manusia untuk dipedomani.