produk / detail
Kompetensi SDM di Era 4.0
Era 4.0 membawa disrupsi dengan teknologi, biologi, dan fisik. SDM perlu kompetensi sesuai perubahan radikal untuk relevan. Buku mengisi kekosongan dengan bahasan kompetensi SDM di era 4.0. Penulis berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam human capital.
Sampul Belakang:
Tidak ada yang lebih tunggang langgang ketika era bernama 4 .0 menerjang semua aspek kehidupan. Terlebih pada ranah organisasi, baik itu yang berbentuk bisnis, yayasan, organisasi sosial hingga pemerintahan. Era 4.0 digerakkan oleh tiga aktor utama. Pertama, teknologi, dalam wujudnya bernama internet of things, cloud, big data, maupun artificial intelligence. Kedua, biologi dalam wujud DNA dan gen. Ketiga, fisik yang ditandai dengan munculnya teknologi 3D dan semakin masif dan cerdasnya robotik. Gabungan antara teknologi, biologi dan fisik ini membentuk peradaban baru berjejuluk 4.0.
Era 4.0 akhirnya memunculkan idiom populer bernama disrupsi. Perbedaan antara perubahan dan disrupsi itu sederhana. Perubahan merupakan proses penciptaan yang sifatnya gradual. Produk (jasa) lama berubah menjadi semakin bagus. Sementara disrupsi merupakan perubahan radikal di mana produk (jasa) lama menjadi tidak relevan. Akibat dari disrupsi ini yang menjadikan SDM harus mengasah dan memiliki kompetensi yang selaras dengan perubahan radikal.
Buku bertajuk Kompetensi SDM di Era 4.0 tak lain menjawab disrupsi yang membuat tunggang-langgang semua sektor kehidupan. Dalam hal ini lebih fokus kepada SDM"sumber daya manusia"di sektor organisasi. Kebetulan buku dengan tema seperti ini untuk konteks Indonesia masih termasuk langka. Dengan demikian buku ini bermaksud mengisi kekosongan tersebut.
Selamat menyelami era 4.0 yang penuh tantangan sekaligus peluang.