Tugas Kepemimpinan Adalah Membangun Perencanaan yang Relevan

Oleh: Ghulam
03 July 2026
Tugas Kepemimpinan Adalah Membangun Perencanaan yang Relevan
sumber: magnific.com
Share to:

Dalam dunia bisnis modern, perencanaan strategis sudah menjadi rutinitas tahunan. Setiap tahun, para pemimpin dari berbagai unit bisnis biasanya duduk bersama dalam rapat formal—lengkap dengan presentasi, grafik, dan daftar panjang tujuan ambisius. Namun, sering kali yang tampak megah itu hanyalah hiasan permukaan yang tidak punya substansi nyata. Strategi disusun sekadar untuk menyenangkan atasan, bukan untuk memandu arah bisnis secara konkret.

David M. Cote, mantan CEO Honeywell—sebuah perusahaan raksasa di industri teknologi dan manufaktur, secara terbuka mengkritik kebiasaan semacam ini. Di dalam bukunya yang berjudul How to Be a Leader, ia membagikan pengalamannya terkait hal ini. “Setiap Juli, unit-unit bisnis di Honeywell mempresentasikan temuan serta rencana mereka kepada para CEO, dan presentasi serupa juga dilakukan di tingkatan lainnya dalam hierarki bisnis. Presentasi-presentasi tersebut, bisa dikatakan, hanya omong kosong belaka. Para pemimpin sama sekali tidak tahu bagaimana mereka akan menjalankan bisnis hingga lima tahun ke depan, inisiatif besar apa yang perlu diambil untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan, atau apa saja perubahan yang terjadi di industri yang harus mereka antisipasi atau yang harus mereka pimpin.”

David Cote juga mengungkapkan betapa rencana tersebut sering kali hanya menyajikan potensi keuntungan tanpa membahas biaya yang dibutuhkan untuk mencapainya. Hal ini dilakukan hanya demi menjaga kesan optimistis. Hasil akhirnya adalah dokumen strategi yang “berkilau”, tetapi tidak memiliki kedalaman analisis. Tidak ada tindak lanjut, tidak ada pertanggungjawaban. Strategi pun perlahan terlupakan, dan operasional jangka pendek kembali menjadi pusat perhatian.

Sebagai pemimpin, ini adalah peringatan keras. Anda tidak bisa lagi hanya menerima presentasi dengan pasif. Anda perlu menyaring setiap lapis omong kosong yang disajikan dan menggali substansi di balik kata-kata manis. Saat Anda melihat daftar panjang "keunggulan kompetitif", itu bisa jadi sinyal bahaya, bukan kekuatan. Kenyataannya, hanya sedikit bisnis yang benar-benar memiliki lebih dari satu atau dua keunggulan yang relevan dan berkelanjutan dibanding pesaingnya. Karenanya, ketika Anda menemukan seseorang yang berpura-pura memahami hal yang sebenarnya belum ia kuasai, tegurlah! 

Rencana strategis yang baik bukanlah sekadar dokumen hiasan tahunan. Ia harus menjadi panduan yang dinamis, realistis, dan dapat dieksekusi. Analisis kritis adalah alat utama dalam menyusunnya. Ketika para pemimpin mulai mempertanyakan dengan serius dan membedah setiap komponen dari strategi yang diajukan, organisasi akan memiliki rencana yang lebih terarah dan lebih berpotensi berhasil.

Jika ingin tahu lebih jauh tentang kepemimpinan, Anda bisa coba membaca buku David M. Cote yang berjudul How to Be a Leader. Di dalamnya, Anda akan menemukan tentang cara menyeimbangkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang, mengelola perubahan tanpa mengorbankan stabilitas, menginspirasi tim sekaligus terus berkembang secara pribadi, dan masih banyak wawasan kepemimpinan lainnya yang amat bermanfaat. Dan, semua itu ditulis berdasarkan pengalaman David Cote sendiri yang telah melanglang buana menjadi seorang pemimpin.

Related News

All News